
Dalam dunia hipnoterapi kita mengenal hipnotizability atau hypnotic susceptibility yaitu kemampuan untuk mengalami kondisi hipnosis atau hypnotic trance. Skala hipnotizability yang sangat terkenal adalah SHSS atau Stanford Hypnotic Susceptibility Scale yang mengelompokkan manusia menjadi tiga yaitu 10% yang sangat mudah dihipnosis, 85% yang moderat, dan 5% yang sangat sulit dihipnosis.
Benarkah skala ini? Bagaimana skala ini tercipta? Apa pengaruhnya terhadap paradigma dan kemampuan hipnoterapis yang meyakini kebenaran skala ini? Apakah benar ada orang yang tidak bisa dihipnosis?
Temukan jawabannya di artikel ini.
Dalam dunia hipnosis dan hipnoterapi kita mengenal dua jenis sugesti yaitu yang bersifat langsung (direct) dan yang bersifat tidak langsung (indirect). Ada banyak artikel yang telah ditulis oleh para pakar hipnoterapi mengenai kedua jenis sugesti ini.
Ada yang sangat menekankan pentingnya direct suggestion dan ada pula yang menyatakan bahwa indirect suggestion jauh lebih andal dan efektif. Mana yang benar?
Bila berdiskusi tentang kesadaran umumnya orang hanya mengenal dua kondisi yaitu sadar dan tidak sadar. Yang dimaksud dengan kondisi sadar adalah keadaan pikiran aktif dan mampu mengenali sekitarnya. Sedangkan kondisi tidak sadar biasanya dihubungkan dengan keadaan tidur lelap di mana hubungan antara dunia dalam diri dan dunia di luar telah “terputus”.
Tahukah anda bahwa antara kondisi sadar dan tidak sadar ini terbentang lapisan kesadaran yang sangat halus dan sangat beragam yang seringkali kita masuki , baik disengaja atau tidak, namun kita tidak sadar sedang berada dalam kondisi itu?