
Regresi adalah salah satu teknik efektif dalam menemukan kejadian, peristiwa, atau emosi awal yang menjadi penyebab atau akar masalah yang dialami seseorang.
Namun proses regresi di ruang praktik tidak selamanya mulus membawa klien mundur ke masa lampau dan menemukan akar masalah. Bagaimana bila saat dilakukan regresi klien bukannya mundur ke masa lampau namun justru maju ke masa depan (progresi)?
Apa yang harus dilakukan hipnoterapis bisa hal ini terjadi?
Banyak orang kecewa dan frustrasi karena setelah “belajar” tidak mampu mempraktikkan hipnoterapi klinis seperti yang mereka harapkan dalam membantu sesama. Kendala yang umumnya dialami oleh mayoritas “hipnoterapis” ini antara lain:
•Tidak percaya diri dalam mempraktikkan hipnoterapi.
•Tidak berani mempraktikkan hipnoterapi.
•Selesai pelatihan malah tambah bingung.
•Mampu praktik namun hasilnya tidak gagal membantu klien.
•Kadang berhasil namun lebih sering gagal.
•Hasil terapi tidak permanen atau klien kambuh.
•Untuk kasus yang ringan, bisa. Kasus yang berat, tidak bisa.
Mengapa semua ini bisa terjadi?
Tahukah Anda bahwa belajar untuk mengenal dan mengetahui hipnoterapi dan belajar untuk mengerti, menguasai, dan menjadi praktisi hipnoterapis klinis yang andal, cakap, kompeten, dan profesional adalah dua hal yang berbeda.
Buku The Miracle of MindBody Medicine telah mendapat endorsement dari tiga orang pakar yang sangat kompenten di bidangnya masing-masing yaitu:
1.Bpk. Merta Ada, Guru Meditasi dan Kesehatan Bali Usada.
2.dr. Luis Thomas J., Sonologist dan Hipnoterapis.
3.dr. Mian Dameria P., Sp.PK, konsultan laboratorium dan Hipnoterapis.
Ada kata mereka mengenai buku The Miracle of MindBody Medicine?
PRE-ORDER buku THE MIRACLE of MINDBODY MEDICINE: How to Use Your Mind for Better Health. (Terbit Mei 2012)
Setelah lama dinanti dan melalui proses penulisan yang cukup lama dan melelahkan, akhirnya saya berhasil menyelesaikan buku yang telah lama dinanti publik.
Buku ini, THE MIRACLE of MINDBODY MEDICINE: How to Use Your Mind for Better Health, adalah buku yang khusus mengulas hubungan antara pikiran, emosi, dan kesehatan, atau yang dikenal dengan penyakit psikosomatis.
Buku ini akan sangat menambah wawasan, pengetahuan, pemahaman, dan memberikan pencerahan bagaimana pikiran dan emosi mempengaruhi kesehatan kita. The American College of Family Physicians memperkirakan bahwa 90% penyakit disebabkan oleh faktor psikogenik (pikiran), bukan organogenik (fisik).
Selain berisi informasi yang didapatkan melakui riset literatur mendalam, buku ini juga berisi data dan hasil riset terkini yang dilakukan tim Research and Development di Adi W. Gunawan Institute of Mind Technlology khususnya yang berhubungan dengan penyebab penyakit psikosmatis dan cara penanganannya. Literatur dari luar negeri yang saya pelajari menyatakan bahwa ada 7 (tujuh) penyebab penyakit psikosomatis. Temuan kami ada ...........